Pengukuran dan Pengumpulan Data

Pegukuran Variabel

Sambas, Alimudin, (2007) menyatakan bahwa variabel adalah karakteristik sesuatu yang akan diteliti dari suatu pengamatan yang akan diamati, karakteristik suatu objek penelitian bisa berbeda-beda bisa juga sama tetapi mungkin gejalanya berbeda terhadap fungsi waktu dan tempat.

  1. Variabel moderator adalah variabel yang mengatur dua atau lebih variabel.
  2. Variabel interfening adalah variabel moderator yang nilainya tida dapat diukur dengan pasti, tidak tentu, contoh : frustasi, sedih, kepuasan.
  3. Variabel kontrol adalah variabel yang dapat diatur oleh peneliti.

Instrumen Pengumpulan Data

A. Dasar pembuatan instrumen penelitian

  •     Variabel terkait
  •     Teori, dari teori itu akan diketahui dimensi dari variabel tersebut.

B. Uji vasilitas dan reabilitas intrument

Validitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur betul-betul mengukur apa yang akan diukur.

Reabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana sesuatu instrumen dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data :

  • Acak sederhana (simple random) pengambilan sampel dengan cara sederhana dianggap populasi homogen dan tanpa syarat tertentu.
  • Proportioned stratified random, populasi heterogen dan berstrata.
  • Disproportioned stratified random, populasi mempunyai strata dan tidak proportioned.
  • Cluster rnadom jika populasinya dangat besar, dibuat kelompok-kelompok lebih kecil, sehingga penentuan sampel berdasarkan area yang telah ditentukan.

Sedangkan cara nonrandom tidak memberikan kesempatan atau peluang terhadap setiap elemen dalam suatu populasi sehingga kesempatan yang didapat oleh masing-masing elemen berbeda, dalam arti memberikan perlakuan subjektif terhadap elemen pupulasi ini mencakup :

  • Sampling sistimatis, populasi diberi nomor dan selanjutnya pengambilan sampel dengan menetapkan persyaratan tertentu misalnya pengambilan dilakukan untuk nomor ganjil saja atau nomor genap saja atau kelipatan bilangan tertentu.
  • Sampling kuota, jumpah jumlah sampel sudah ditentukan sehingga harus diambil dalam jumlah yang ditentukan.
  • Sampling aksidental, pengambilan sampel bisa dilakukan secara kebetulan sepanjang bisa memberika informasi atau mewakili yang diperlukan.
  • Sampling puposive sampel yang diambil dengan persyaratan tertentu dan untuk tujuan yang telah ditentukan jadi semuanya harus mengarah pada tujuan yang spesifik, umpamanya keterkaitan dengantenaga ahli juga harus yang berhubungan erat/dekat dengan orang atau objek yang diteliti.
  • Sampling jenuh dan snowbell, sampling yang menyerupai multilevel marketing dari kecil terus membesar menjadi banyak.

Posted on 12 Mei 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: